Header Ads

Jamur Enoki dan Bakteri Listeria


Jamur Enoki
Jamur enoki (Flammulina velutipes) merupakan jamur tumbuh pada musim dingin dan berbentuk seperti tauge yang kerap dikenal dengan sebutan jamur tauge. Jamur berwarna putih ini memiliki berbagai manfaat karena mengandung banyak nutrisi yang penting. Kandungan yang terdapat di jamur enoki antara lain : karbohidrat, protein, serat, kalium, fosfor, magnesium, folat, vitamin D, zinc, dan zat besi. Selain itu, jamur enoki juga mengandung antioksidan ergotioneine yang berfungsi untuk melindungi sel tubuh dari radikal bebas dan radiasi UV.

Kementan Minta Importir Musnahkan Jamur Enoki Sebab Berbahaya
Jamur Enoki

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Research Institute of National Chance pada tahun 1989, nutrisi yang terkandung pada jamur enoki memiliki kemampuan untuk menurunkan risiko kanker. Penelitian ini dilakukan di Nagano, Jepang, yang merupakan tempat budidaya jamur tauge ini. Selain itu, dalam penelitian lain oleh Frontiers in Pharmacology, mengemukakan bahwa kandungan protein di dalam jamur enoki ini setara dengan sayuran hijau. Protein ini merupakan salah satu agen untuk meningkatkan sistem imun makhluk hidup. Kadar serat yang tinggi di dalam jamur enoki juga mampu menyerap kolesterol dalam tubuh dan membantu dalam proses metabolisme sehingga jamur ini berpotensi untuk menjaga kesehatan jantung.

Ditemukannya Liseria pada Jamur Enoki
Akhir-akhir ini jamur enoki menjadi perbincangan yang hangat di masyarakat karena diduga terkontaminasi oleh bakteri Listeria monocytogenes. Informasi ini didapatkan Indonesia dari Internasional Food Safety Authority Network (INFOSAN) melalui Indonesia Rapid Alert System for Foos and Feed (INSRAFF) pada tanggal 15 April 2020. Informasi yang didapat terkait Kejadian Luar Biasa di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia akibat mengonsumsi jamur enoki yang terkontaminasi bakteri Listeria. Jamur enoki yang beredar tersebut berasal dari Negeri Ginseng, Korea Selatan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi menyebutkan bahwa pihaknya kemudian melakukan investigasi pada importir jamur enoki yang telah memiliki nomor pendaftaran PSAT dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP). Pada tanggal 21 April 2020 dan 26 Mei 2020 telah dilakukan sampling oleh petugas OKKPP dan pengujian dilakukan di laboratorium PT Saraswati Indo Genetech. Pengujian tersebut kemudian memberikan hasil dengan nomor hasil uji SIG.CL.2020.013381 pada tanggal 5 Mei 2020 dan SIG.CL.62020.017013 pada tanggal 10 Juni 2020. Berdasarkan hasil uji tersebut, ditemukan sebanyak 5 lot jamur enoki yang tidak memenuhi syarat karena mengandung bakteri Listeria monocytogenes yang melewati ambang batas.

Bakteri Listeria monocytogenes merupakan bakteri gram positif yang bergerak menggunakan flagella. Bakteri ini terdapat luas di lingkungan, contohnya tanah, pakan ternak yang dibuat dari daun-daunan hijau yang diawetkan dengan fermentasi, dan sumber-sumber alami lainnya seperti feses ternak. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit listeriosis yang dapat menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit, lanjut usia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Kementerian Pertanian melakukan penarikan dan pemusnahan jamur enoki
Untuk menghindari adanya penyebaran bakteri ini, pihak Kementerian Pertanian kemudian memberikan surat edaran yang ditujukan pada Direktur PT Green Box Fresh Vegetables pada 18 Mei 2020 untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki. Kemudian pada tanggal 22 Mei 2020 dan 19 Juni 2020 telah dilakukan pemusnahan sejumlah 1.633 karton dengan berat 8.165 kg jamur enoki siap edar. BKP juga meminta Badan Karantina Pertanian untuk meningkatkan pengawasan keamanan pangan terhadap jamur enoki asal Korea Selatan dan meminta importir jamur enoki agar mendaftarkan produknya ke Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP). Selain itu, BKP meminta agar importir memisahkan jamur enoki dari Green Co, Ltd dan mengembalikannya kepada distributor agar kemudian dapat ditangani lebih lanjut.

Lalu apa yang harus dilakukan apabila sudah terlanjur menyimpan jamur enoki?
Bakteri Listeria monocytogenes merupakan bakteri yang dapat ditemukan pada tempat lembab, tanah, air, hewan dan vegetasi yang membusuk. Bakteri ini disinyalir dapat bertahan hidup di udara dingin dan makanan yang diawetkan. Namun menurut Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, seorang dokter Ahli Gizi Komunitas dan Magister Filsafat, bakteri Listeria monocytogenes akan mati jika dimasak dengan benar, yaitu dimasak dengan suhu mulai dari 75°C, dan akan lebih baik lagi apabila dimasak sampai matang dengan suhu 100°C. kemudian selain proses masak yang benar, dr. Tan juga menyarankan agar kita mencuci tangan dan bahan makanan dengan seksama. Gunakan sabun untuk cuci tangan, sedangkan untuk mencuci sayur dan buah cukup dengan air mengalir dan dibilas dengan air matang demi mencegah penyebaran bakteri Listeria monocytogenes.

Penulis : Zavia & Amanda

Sumber :

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200625/99/1257523/importir-diperintahkan-musnahkan-jamur-enoki-dari-green-co.-ltd



No comments