Header Ads

Hari Pencegahan Bunuh Diri Dunia

Seseorang memiliki berbagai macam pemikiran yang terkadang tidak bisa dipahami oleh orang lain. Beberapa dari mereka mungkin merasa sulit untuk mengungkapkan perasaan mereka yang sesungguhnya. Hal ini dapat berakibat buruk pada kehidupan seseorang jika keadaannya sudah terlalu parah hingga dapat menyebabkan kematian.

Hari ini, tanggal 10 September diperingati sebagai hari Bunuh Diri seluruh dunia. WHO mengungkapkan bahwasanya angka kematian seseorang yang diakibatkan oleh bunuh diri lebih besar daripada yang diakibatkan oleh peperangan.

Salah satu akibat dari penyebab bunuh diri berhubungan dengan kesehatan mental seseorang. Hal ini sangat disarankan bagi yang berada di bawah tekanan untuk bunuh diri dengan mencari bantuan orang lain.

Sebelumnya, Indonesia memiliki layanan (hotline) konseling pencegahan bunuh diri di (021)  500-454 yang dibentuk pada tahun 2010 silam. Sayangnya, layanan ini hanya bertahan selama lima tahun, karena sebagian besar penelpon hanya menanyakan mengenai informasi rumah sakit jiwa.

Setelah lima tahun tidak berjalan, kini kemenkes dan pihak yang berkewenangan akan mengaktifkan kembali layanan tersebut dan membutuhkan beberapa waktu untuk memulihkannya. Hingga kini, beberapa rumah sakit menyediakan layanan konseling bunuh diri seperti di Semarang, Malang, Magelang, Jakarta, dan Bogor.

Sebagian besar alasan seseorang ingin bunuh diri adalah karena depresi dan menganggap dunia sudah tidak pantas untuk ditinggali lagi. Seperti yang diketahui oleh banyak orang, beberapa diantaranya memiliki kehidupan yang layak dan baik-baik saja,  ternyata memiliki riwayat depresi.  Sayangnya, hal itu dapat seketika muncul dalam hitungan detik. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mindfulness seperti yang dikatakan oleh pendi Komunitas Pencegahan Bunuh Diri, Benny Prawira, mencoba untuk membantu seseorang untuk menahan rasa sakitnya dengan tidak berpikir ke arah bunuh diri.

Berdasarkan data WHO, tingkat bunuh diri di Indonesia berada di peringkat 159. Jika dilihat dari peringkat tersebut, angka bunuh diri di Indonesia sudah cukup parah. Sayangnya, bunuh diri merupakan masalah yang tidak dapat diungkap kebenarannya. Hal itu seperti menjadi aib masing-masinh individu yang tidak sepenuhnya dipahami oleh orang lain.

Beberapa tanda yang harus lebih diperhatikan diantaranya, seperti mengalami gangguan tidur, perubahan perilaku, menarik diri dari lingkungan, mudah emosi, melontarkan hal yang berhubungan dengan bunuh diri dan kematian,  dan lain-lain.

Agama Islam melarang seseorang untuk melakukan bunuh diri. Allah SWT berfirman dalam surah An-Nisa ayat 29 yang artinya,

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (QS. An-Nisa' [4]:29)

Meskipun demikian, hal ini tidaklah terlihat mudah bagi orang yang mengalaminya di luar sana. Satu hal yang dibutuhkan oleh mereka hanyalah sebuah pelukan.


Referensi:

https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190910023019-255-428942/who-tiap-detik-ada-satu-orang-tewas-bunuh-diri-di-dunia

https://m.detik.com/news/berita/d-4391681/tingkat-bunuh-diri-indonesia-dibanding-negara-negara-lain

https://m.detik.com/news/berita/d-4391652/sudah-lama-mati-hotline-cegah-bunuh-diri-akan-dihidupkan-lagi

https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-4595875/kenapa-orang-yang-tampak-baik-baik-saja-bisa-tiba-tiba-bunuh-diri

https://m.klikdokter.com/amp/3632419/6-cara-mencegah-keinginan-bunuh-diri-pada-remaja

No comments