Header Ads

Pesta UII sudah Retour A La Nature ?

Panggung Pesta dengan Slogan Retour a la nature | Dok. CARDIOS
Pesona Ta’aruf 2019 (PESTA 2019) yang telah diselenggarakan untuk menyambut mahasiswa baru angkatan 2019/2020 telah selesai tanggal 16 Agustus kemarin. Kegiatan tersebut telah mendapatkan pujian berkat inagurasi yang mewah serta konsep yang medekatkan antara mahasiswa dengan masyarakat juga retour a la nature sebagai Tema yang berarti kembali ke alam. Namun, setelah acara PESTA usai, timbul salah satu permasalahan klasik, yakni sampah.
kemeriahan Inagurasi Pesta 2019 dengan Bondan Prakoso selaku Bintang Tamu | Dok. CARDIOS
Timbulnya sampah seusai suatu acara memang lumrah terjadi, dan sudah menjadi kewajiban moral bagi setiap orang untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Membersihkan sampah juga merupakan salah satu perilaku seorang muslim yang baik karena merupakan salah satu bentuk tugas setiap muslim menjaga dan merawat lingkungan sesuai dengan sifat agama Islam sebagai rahmatan lil’alamin, rahmat bagi seluruh alam. Dengan menjaga perilaku bersih, termasuk membersihakn acara sesudah acara, seorang muslim dapat melaksanakan tugasnya menjadikan Islam sebagai rahmatan lil’alamin.
Penampakan sampah pasca kegiatan PESTA telah menimbulkan dampak bagi mahasiswa FK UII sebagaimana lokasi PESTA kebanyakan terjadi di tempat parkir FK UII. Kondisi ini menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan di lingkungan FK UII. Hal ini dapat terjadi karena akan berdampak dengan tercorengnya nama UII, khususnya bagi FK UII sebagai korban dari kegiatan PESTA yang berlangsung sebelumnya.

FK UII Merupakan Korban Sampah PESTA 2019

Bukan rahasia umum bila lokasi parkir utara Masjid Ulil Albab yang juga merupakan lingkup parkir FK dan FPSB merupakan lokasi yang sangat representatif bagi kegiatan suatu acara. Lokasi yang mampu menampung massa yang banyak dan dapat digunakan sebagai panggung acara menjadi keunggulan penyelenggaran acara PESTA setiap tahunnya. Namun, kegiatan PESTA tahun ini menciptakan kondisi kotor dan kumuh , dengan lokasi sampah terpusat di lingkungan parkir FK UII. 
Sampah depan Gedung FK | Dok. Lutfi Adnan
Hal ini menimbulkan suatu keironisan tersendiri. FK sebagai representatif fakultas ilmu kesehatan yang lekat akan kebersihan justru dikotori oleh kegiatan PESTA. Sampah yang bermunculan di lingkungan FK mencoreng nama fakultas kedokteran yang identik dengan kondisi bersih dan sehat yang kemudian berubah menjadi kotor, kumuh dan menjijikan. Sebagaimana diketahui, sampah merupakan penyebab berbagai penyakit. Bagaimana bisa kesan FK UII sebagai tempat mendidik dokter muslim bila di lingkungannya sendiri terkotori oleh sampah dan sarang penyakit ?
Sampah depan Gedung FK | Dok. Lutfi Adnan
Dampak sampah pasca kegiatan PESTA 2019 segera menimbulkan efek lebih lanjut. Entah oleh suatu keadaan yang telah diatur sebelumnya maupun oleh kebetulan yang tragis, FK UII juga menjadi tempat diadakannya ujian Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD)se-Yogyakarta. UKMPPD tersebut dihadiri oleh berbagai peserta dari seluruh Yogyakarta. Dengan lingkungan parkir yang penuh akan sampah, hal ini akan menimbulkan kesan yang buruk bagi FK UII sebagai FK yang kotor dan penuh sampah. Hal ini semakin diperjelas bila dibandingkan dengan lokasi parkir FPSB yang tepat di sebelah lokasi parkir FK, tidak terdapat sampah sedikitpun maupun di lingkungan parkir fakultas lainnya. Dampaknya, timbul kesan bahwa FK UII merupakan fakultas UII yang lebih kotor dibandingkan dengan fakultas lain di lingkungan UII.
Apalagi, salah satu kegiatan PESTA 2019 adalah membersihkan lingkungan warga sekitar UII. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mendekatkan mahasiswa baru dengan warga sekitar kampus UII. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan selain terbangun kedekatan antara warga dengan mahasiswa, juga dapat menciptakan kesan lingkungan bersih di sekitar UII. Tentu hal ini menjadi suatu yang ironis, karena di PESTA 2019 melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan warga sekitar namun di lingkungan UII sendiri justru menciptakan lingkungan yang kotor akan sampah yang menjijikan dan menimbulkan kesan yang buruk bagi FK UII setelah kegiatan PESTA 2019.
UII Juga Korban Sampah PESTA
Sampah depan Gedung FK | Dok. Lutfi Adnan
Sampah Samping Auditorium Kahar Muzakir | Dok. Lutfi Adnan
Bila dipandang lebih luas lagi, UII juga menjadi korban dampak sampah PESTA 2019. UII yang dikenal sebagai tempat menghasilkan sosok ulil albab justru memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan sekitar. Kegiatan yang dimaksudkan untuk menyambut mahasiswa baru justru menghasilkan sampah yang mengotori UII. Hal ini meleceng dari cita-cita UII untuk menciptakan insan ulil albab yang sesuai dengan Islam yang rahmatan lil’alamin.
Islam yang rahmatan lil’alamin  dimaksudkan sebagai islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Bukan hanya manusianya saja, namun juga bagi lingkungan sekitanya. Apabila manusianya saja yang selamat namun lingkungannya tidak, maka manusia juga pada akhirnya tidak akan selamat. Dengan menciptakan lingkungan yang penuh akan sampah tersebut, acara PESTA 2019 bisa dikatakan tidak menggambarkan Islam yang rahmatan lil’alamin karena tidak hanya menimbulkan kerusakan bagi lingkungan saja, namun juga bagi mahasiswa dan warga di lingkungan UII, khususnya di lingkungan FK UII selaku lokasi utama diadakannya PESTA 2019.
Kondisi ini harus mendapatkan perhatian serius oleh berbagai pihak, khususnya oleh pihak panitia penyelenggara PESTA 2019. Dengan berbagai program yang telah diadakan sebelumnya, banyaknya sampah yang tidak terurus setelah acara PESTA 2019 di lingkungan UII sama sekali tidak bisa dibenarkan. Tidak dapat dimengerti bila ketika PESTA 2019 diadakan simulasi aksi bagi mahasiswa baru mengenai sampah serta aksi-aksi bersih di lingkungan sekitar UII justru menghasilkan sampah yang mengotori lingkungan kampus itu sendiri. Bagi pihak FK sendiri, sampah dari acara PESTA 2019 tersebut menimbulkan konsekuensi yang merugikan FK UII yang juga menyelenggarakan ujian UKMPPD yang dihadiri oleh banyak orang dari seluruh Yogyakarta.
Oleh karena itu, perlu evaluasi khusus bagi panitia PESTA 2019 dan berbagai pihak agar memastikan kondisi lingkungan setelah kegiatan PESTA 2019 yang kotor oleh banyak sampah tidak terjadi lagi. Bila kondisi ini kembali terjadi, akan menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi. Bukan hanya di FK UII saja, namun juga bagi UII sendiri yang akan mengundang kesan akan mahasiswa UII yang tidak bertindak sesuai Islam yangrahmatan lil’alamin, melainkan mahasiswa yang mementingkan kegiatannya tanpa memedulikan lingkungannya.  
Opini M. Luthfi A (FK16)
Sabtu 17 Agustus 2019, 10.58



No comments