Header Ads

Dampak Abu Vulkanik terhadap Kesehatan


Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi aktif yang masih mampu mengerupsikan isinya sewaktu-waktu, dengan konten erupsi yang berbeda maka berbeda pula jenis erupsinya. Pada 11 Mei 2018 Gunung Merapi baru saja mengalami erupsi freatik dengan konten gas, uap air, dan abu vulkanik sebagai konten utama. Abu vulkanik merupakan batuan mikroskopik dengan ukuran di bawah 2┬Ám yang umumnya dihasilkan oleh erupsi gunung berapi. Ukurannya yang kecil membuatnya mudah terbawa angin dan tersebar di beberapa daerah sekitar gunung tersebut.


UII saat Erupsi Freatik Gunung Merapi
 Jum'at 11 Mei 2018 07.45 WIB
Hasil penelitian menunjukkan kandungan abu vulkanik terdiri atas unsur mayor (aluminium, silika, kalium dan besi), unsur minor (iodium, magnesium, mangan, natrium, pospor, sulfur dan titanium), dan tingkat trace (aurum, asbes, barium, kobalt, krom, tembaga, nikel, plumbum, sulfur, stibium, stannum, stronsium, vanadium, zirconium, dan seng).


Abu vulkanik juga mengandung senyawa kimia berupa Karbon Dioksida (CO2), Sulfur Oksida (SO2), hydrogen (H), dan Helium (He). Senyawa tersebut dalam kadar tertentu dapat sebabkan sakit kepala, pusing, diare, iritasi kulit, dan yang terpenting dapat menyebabkan berbagai bentuk peradangan pada saluran pernafasan dan akibatkan gangguan pernafasan. Gangguan pernafasan sesuai dengan waktunya dapat bersifat akut (beberapa hari) dan kronik (beberapa minggu sampai bulan).
UII saat Erupsi Freatik Gunung Merapi
 Jum'at 11 Mei 2018 07.45 WIB



Gangguan pernafasan ditandai dengan keluhan seperti bersin, beringus, nyeri tenggorokan, batuk kering atau berdahak, sesak nafas, dan suara nafas lirih atau ‘mengi’. Sedangkan gangguan pada kulit berupa gatal-gatal dan kemerahan. Gangguan-gangguan tersebut akan diperparah dengan beberapa keadaan tertentu salah satunya apabila penderita memiliki riwayat penyakit terdahulu seperti alergi.


Pencegahan dampak buruk dari abu vulkanik sendiri terfokus kepada meminimalisir kontak dengan abu vulkanik. Mengkonsumsi air yang bersih dan tidak tercemar, menutup ruangan di dalam rumah, mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan, dan apabila diharuskan untuk keluar ruangan maka dianjurkan untuk memakai alat pelindung diri seperti kaca mata dan masker agar abu vulkanik tidak mudah masuk ke mata dan saluran pernafasan.

Penulis :
HA


Sumber :

http://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info%20Singkat-VI-4-II-P3DI-Februari-2014-67.pdf

No comments